seakan iri hati saksikan kebersamaan
cahayanya merasa tak cukup untuk imbangi jutaan kemerlap yang hiasi malam
merasa sendiri..
ratapi kesendirian yang tak berpenghujung
lenkungkan senyuman,, tak tahu untuk siapa...
dalam kesepian kata-kata pujangga..
bukan untuk dia..tapi untuk mereka..
malam terus mencela hingga pagi tiba.
langit sedang bercerita tentang hukum garis di catatan takdir
tegak lurus..dan begitu pasti...
dia di batas keraguan.
menghitung waktu,capai kesempurnaan....
senyumnya tak ada jawaban..
malam berjalan angkuh, acuhkan kesendirian..
14 hari lagi dia akan bertahan..
senyuman itu akan berubah jadi satu keindahan yang di puja...
dan waktu berikutnya...perlahan tinggalkan kesempurnaannya..
maka usaha pun sia-sia.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar